Senin, 14 November 2011
Surga memang bisa membuat
seseorang jadi mabuk dunia, karena keindahan dan kemegahan yang
ditawarkan oleh dunia sangatlah menggoda. Bisa menjadikan seseorang
gelap mata, melupakan semuanya, menyingkirkan segala sesuatu hal yang
dianggap sebagai penghambat. Bahkan terjadi realitas "kacang yang lupa
kulitnya".
Sejatinya, kenikmatan surga akan
keindahan seperti itu tidak lebih hanya sebatas fatamorgana, berakhir
bersama hembusan nafas anak manusia. Dikejar dan dimiliki tapi tidak
akan abadi, adalah perhiasan tipu daya, kecerobohan, dan sebuah
permainan hidup. Namun, siapa orangnya yang bisa lepas dari terjangan
kenikmatan harta, takhta, dan hasrat menggoda?
Fiksi duniawi memang dapat
membuat seseorang berubah menjadi angkuh, membusungkan dada dengan
dalil-dalil ketumpulan indera, tidak lagi mengindahkan norma susila. Itu
karena, memang surga dunia adalah dosa yang terindah, siapapun akan
tergiur bila sudah memandang lezatan bumbu-bumbu dunia. Menguji kekuatan
benteng diri, kuat atau tidak dalam menahan terjangan gelombang impian
surga dunia?

0 komentar:
Posting Komentar